tugas 2 penalaran induktif dan deduktif

Nama : Atika Robiyatul Aulia

NPM : 21212236

Kelas : 3EB24

  1. Apa perbedaan antara penalaran induktif dan deduktif ?
  2. Apa syaratnya supaya kesimpulan dalam deduktif dapat di percaya?
  3. Buatlah 2 contoh penalaran kesimpulan melalui generalisasi.
  4. Dapat dipercayakah kesimpulan dibawah ini ? jelaskan!
  1. Semua professor pandai

Ayahmu pandai

Pastlah ayahmu professor

  1. Disemua ibukota ada gedung pencakar langit

Disemua ibukota industry ada gedung pencakar langit

Jadi, ibukota adalah kota industri

  1. Hasil sawah bertambah jika petani menanam padi unggul

Hasil sawah bertambah jika pengairan di atur dengan baik

Hasil sawah bertambah jika petani menanam padi dan pengairan di atur dengan baik

JAWAB

  1. Penalaran induktif adalah proses penalaran untuk menarik kesimpulan berupa prinsip atau sikap yang berlaku umum berdasarkan fakta – fakta yang bersifat khusus, prosesnya disebut Induksi. Penalaran induktif terkait dengan empirisme. Secara impirisme, ilmu memisahkan antara semua pengetahuan yang sesuai fakta dan yang tidak. Sebelum teruji secara empiris, semua penjelasan yang diajukan hanyalah bersifat sementara. Penalaran induktif ini berpangkal pada empiris untuk menyusun suatu penjelasan umum, teori atau kaedah yang berlaku umum.

Penalaran Deduktif adalah proses penalaran untuk menarik kesimpulan berupa prinsip atau sikap yang berlaku khusus berdasarkan atas fakta-fakta yang bersifat umum. Proses penalaran ini disebut Deduksi. Kesimpulan deduktif dibentuk dengan cara deduksi. Yakni dimulai dari hal-hal umum, menuku kepada hal-hal yang khusus atau hal-hal yang lebih rendah proses pembentukan kesimpulan deduktif terebut dapat dimulai dai suatu dalil atau hukum menuju kepada hal-hal yang kongkrit.

  1. Syarat-syarat penalaran deduktif
    premis benar
    2.penalaran benar

    Kesimpulan yang kita ambil kadang kata tidak dapat dipercaya apabila :

    1. premis benar penalaran salah kesimpulan tidak dapat dipercaya.
    p1 : Surabaya lebih besar dari pada jakarta (B)
    p2 : Jayapura lebih besar dari pada jakarta (B)
    K : Jayapura dan Surabaya sama besarnya ( ? )

    2. Premis salah Penalaran benar Kesimpulan tidak dapat dipercaya
    p1 : Semua orangtua bijaksana (?)
    p2 : Ayahmu adalah orang tua (B)
    K : Ayahmu bijaksana ( ? )

    3. Premis Benar penalaran salah kesimpulan tak dapat dipercaya.
    p1 : Orang yang berrambut panjang adalah gadis (B)
    p2 : Pemuda berambut gondrong (?)
    K : Pemuda adalah gadis (?)

  1. Generalisasi adalah proses penalaran berdasarkan pengamatan atas sejumlah gejala dengan sifat-sifat tertentu mengenai semua atau sebagaian dari gejala serupa. Dari sejumlah fakta atau gejala khusus yang diamati ditarik kesimpulan umum tentang sebagian atau seluruh gejala yang diamati itu. Proses penarikan kesimpulan yang dilakukan dengan cara itu disebut dengan generalisasi. Jadi, generalisasi adalah pernyataan yang berlaku umum untuk semua atau sebagian gejala yang diamati. Karena itu suatu generalisasi mencakup ciri-ciri esensial atau yang menonjol, bukan rincian. Di dalam pengembangan karangan, generalisasi perlu ditunjang atau dibuktikan dengan fakta-fakta, contoh-contoh, data statistik, dan sebagainya yang merupakan spesifikasi atau ciri khusus sebagai penjelasan lebih lanjut.

Contoh:

•    Dicky adalah seorang polisi, dia berambut cepak.
•    Alfa adalah seorang polisi, dia berambut cepak.
Generalisasi: semua polisi berambut cepak

Generalisasi dapat dibagi menjadi dua jenis yaitu, generalisasi tanpa loncatan induktif dan generalisasi dengan loncatan induktif.

  1. Generalisasi tanpa loncatan induktif:

Generalisasi tanpa loncatan induktif adalah generalisasi dimana seluruh fenomena yang menjadi dasar penyimpulan diselidiki.

Contoh: sensus penduduk

  1. Generalisasi Dengan Loncatan Induktif

Generalisasi Dengan Loncatan Induktif adalah generalisasi dimana kesimpulan diambil dari sebagian fenomena yang diselidiki diterapkan juga untuk semua fenomena yang belum diselidiki.

Contoh: Hampir seluruh pria dewasa di Indonesia senang memakai celana pantalon.

  1. PU : Semua professor pandai

PK : Ayahmu pandai

K: Pastlah ayahmu professor

Analisa : Termasuk silogisme kategorial (tidak bisa diulang),

Tidak dapat dipercaya, karena tidak semua ayah pandai itu professor

  1. PU: Disemua ibukota ada gedung pencakar langit

PK: Disemua ibukota industry ada gedung pencakar langit

K: Jadi, ibukota adalah kota industry

Analisa : termasuk silogisme kategorial (tidak bisa diulang)

Tidak dapat dipercaya karena tidak semua ibukota merupakan kota industry .

  1. PU: Hasil sawah bertambah jika petani menanam padi unggul

PK: Hasil sawah bertambah jika pengairan di atur dengan baik

K: Hasil sawah bertambah jika petani menanam padi dan pengairan di atur dengan baik

Analisa : Termasuk entimen

Dapat dipercaya, karena memang hasil sawah akan bertambah jika petani menanam padi dan pengairan di atur dengan baik.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s