CONTOH PARAGRAF DEDUKTIF DAN INDUKTIF

Nama : Atika Robiyatul Aulia
Kelas : 3Eeb24
Npm 21212236
Tugas Bahasa Indonesia 2

Contoh paragraph deduktif.
“Cara Mencegah Migrain Yang Kerap Mengganggu Aktivitas Anda”
Vemale.com – Sakit kepala migrain ini tidak datang secara tiba-tiba melainkan menunjukkan gejala. Gejala tersebut di antaranya perubahan mood menjadi lebih negatif, hidung tersumbat dan mata berarir, nyeri sebelah kepala atau di leher dan mata, sering buang air kecil, hingga sering menguap.
Parahnya, migrain ini tidak bisa disembuhkan. Akan tetapi, Anda bisa mencegah migrain yang mengganggu aktivitas. Caranya adalah sebagai berikut, dilansir dari MeetDoctor.com.
• Mematikan lampu ruangan sebab cahaya bisa memicu terjadinya migrain. Demikian pula dengan wewangian dan suara yang bising. Jadi, sebaiknya hindari dua hal tersebut. Kondisi yang senyap dan gelap akan membuat Anda lebih rileks.
• Usahakan tidur cukup dan nyenyak setiap hari. Pasalnya kurang tidur bisa memunculkan migrain. Tidur dan bangun dalam jam yang sama juga bisa membantu mencegah migrain. Demikian pula tidur siang selama 20 – 30 menit. Tapi, hati-hati, tidur siang lebih dari jangka waktu tersebut akan membuat jam tidur malam Anda terganggu.
• Gejala migrain ditandai dengan nyeri pada mata, leher, dan sebelah kepala. Nah, Anda bisa mengatasi dengan memijat lembut bagian yang nyeri hingga otot yang tegang bisa kembali rileks.
• Saat gejala migren terasa, ingat¬ingat makanan atau minuman yang Anda konsumsi. Biasanya, makanan yang mengandung keju, cokelat, kafein, serta alkohol bisa menimbulkan migrain.
• Stres dan migrain berhubungan erat. Oleh karena itu, Anda harus pandai¬pandai mengatur tekanan dalam hidup (pekerjaan, misalnya). Jadi, buatlah jadwal kerja yang masuk akal dan delegasikan tugas. Lalu, lakukan peregangan sebagai cara mengistirahatkan tubuh dan pikiran.
Sumber :
http://www.vemale.com/kesehatan/73419-cara-mencegah-migrain-yang-kerap-mengganggu-aktivitas-anda.html
Penalaran :
Paragraf deduktif yaitu sebuah paragraf yang berpola dari umum ke khusus, artinya paragraf yang didahului dengan kalimat umum kemudian dikembangkan dengan beberapa kalimat penjelas. Dalam artikel “Cara Mencegah Migrain Yang Kerap Mengganggu Aktivitas Anda” terdapat kalimat umum diawal kalimat yakni “Sakit kepala migrain ini tidak datang secara tiba-tiba melainkan menunjukkan gejala” dan kalimat seterusnya merupakan penjelasan lanjut dari kalimat utama.

Contoh Paragraf Induktif
“ADB: Inflasi rendah, Indonesia jangan takut naikkan BBM”
Bank Pembangunan Asia (ADB) melansir prediksi makroekonomi Indonesia untuk 2015. Pertumbuhan ekonomi kemungkinan tumbuh 5,8 persen, inflasi paling tinggi 6,9 persen, dan defisit neraca transaksi berjalan 2,5 persen. Itu semua menunjukkan adanya perbaikan kondisi di Tanah Air secara keseluruhan.

Inflasi tahunan pada 2015, kata Wakil Kepala ADB Indonesia Edimon Ginting, diakui memang meningkat dibandingkan proyeksi 5,8 persen akhir tahun nanti. Tapi itu sudah memperhitungkan rencana pemerintahan baru menaikkan harga jual Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi buat menyehatkan anggaran.

“Tapi kenaikan harga BBM itu sifatnya inflasi temporer, tidak sampai setahun,” ujarnya dalam jumpa pers di Jakarta, Kamis (25/9).

Edimon menunjukkan data inflasi pada 2013, yang sama-sama mengalami penaikan harga energi fosil. Nyatanya, dampak langsung pada inflasi tahunan hanya muncul dua bulan berturut-turut. Sisanya, kenaikan indeks harga konsumen justru didorong peraturan Kementerian Pertanian soal impor hortikultura yang bikin harga bawang putih dan cabe melonjak.Atas dasar itu, ADB yakin Presiden Terpilih Joko Widodo tidak perlu mengkhawatirkan inflasi parah ketika harga BBM dinaikkan.

“Kita ingat 2013, dulu ada restriksi impor beberapa jenis hortikultura. Semua sudah dikoreksi dan sekarang normal. Dampak kenaikan harga BBM selalu seperti ini, temporary, hanya satu faktor saja,” kata Edimon.

Tren positif Indonesia tahun depan, kata Edimon seiring dengan perbaikan di negara-negara kawasan. Filipina, Thailand, atau Malaysia juga mengalami momentum pertumbuhan ekonomi tinggi, disokong inflasi rendah.

Salah satu keuntungan lain Indonesia adalah perbaikan ekspor. Terpukulnya perekonomian pada 2013 membuat pemerintah serius memberi insentif pada industri.

Hasilnya, ekspor manufaktur kini secara volume mengalahkan penjualan komoditas sumber daya alam. Edimon optimis itu merupakan indikasi Indonesia bisa menikmati defisit transaksi berjalan lebih rendah dari 3,2 persen akhir 2014.

“Karena ada perbaikan ekspor. Memang ekspor ini masih tentatif, kadang negatif kadang positif. Tapi mulai ada tanda-tanda perbaikan.”

Sumber :
http://www.merdeka.com/uang/adb-inflasi-rendah-indonesia-jangan-takut-naikkan-bbm.html
Paragraf induktif :
Paragraf Induktif adalah paragraf yang diawali dengan kalimat yang berisi penjelasan- penjelasan kemudian diakhiri dengan kalimat utama. Atau dari kalimat khusus ke kalimat umum. Dari artikel yang berjudul ADB: Inflasi rendah, Indonesia jangan takut naikkan BBM diketahui pada paragraph pertama mengandung parangraf induktif yakni kalimat penjelas nya “Bank Pembangunan Asia (ADB) melansir prediksi makroekonomi Indonesia untuk 2015. Pertumbuhan ekonomi kemungkinan tumbuh 5,8 persen, inflasi paling tinggi 6,9 persen, dan defisit neraca transaksi berjalan 2,5 persen”, dan kalimat umumnya adalah “Itu semua menunjukkan adanya perbaikan kondisi di Tanah Air secara keseluruhan”. Dalam paragraph ke-4 juga mengandung kalimat umum “Atas dasar itu, ADB yakin Presiden Terpilih Joko Widodo tidak perlu mengkhawatirkan inflasi parah ketika harga BBM dinaikkan”.yang diperjelas oleh kalimat sebelumnya.

Definisi paragraf deduktif dan induktif

Nama : Atika Robiyatul Aulia
Kelas : 3Eeb24
Npm 21212236
Tugas Bahasa Indonesia 2

Paragraf deduktif
Sebuah paragraf yang berpola dari umum ke khusus, artinya paragraf yang didahului dengan kalimat umum kemudian dikembangkan dengan beberapa kalimat penjelas. Biasanya ada di awal paragraph kalimat umumnya.

Paragraf Induktif
Sebuah paragraf yang diawali dengan kalimat yang berisi penjelasan- penjelasan kemudian diakhiri dengan kalimat utama . Atau dari kalimat khusus ke kalimat umum. Biasanya ada di akhir paragraph kalimat umumnya.

Tugas ke2 Pemeriksaan Akuntansi 1

Nama : Atika Robiyatul Aulia
Kelas : 3eb24
NPM: 21212236

Menurut Sukrisno Agoes (2004:3), audit adalah
“Suatu pemeriksaan yang dilakukan secara kritis dan sistematis oleh pihak yang independen, terhadap laporan keuangan yang telah disusun oleh manajemen beserta catatan-catatan pembukuan dan bukti-bukti pendukungnya, dengan tujuan untuk dapat memberikan pendapat mengenai kewajaran laporan keuangan tersebut.”
Penjelasan :
– Laporan Keuangan : Neraca, R/L, Perubahan modal, Arus kas, Catatan atas laporan keuangan.
– Catatan Pembukuan : Bukti catatan kas, voucher, faktur.
– Dokumen lain : Notulen, rapat perjanjian kredit.
KAP :
1. E & Y
2. Delloit
3. PWC
4. KPMG

Fungsi KAP selain mengaudit :
1. Jasa pajak
2. Jasa konsultasi
3. Jasa Akuntan dan Banking
HIERARKI AKUNTAN PUBLIK
1. Partner > 10 Th
2. Manager 5-10 Th
3. Auditor Senior + Penanggung jawab 2-5 Th
4. Assisten Auditor 0-2 Th

IAPI (Institute Akuntan Publik Indonesia)
DSPAP ( Dewan Standar Profesional Akuntan Publik)
GAAS (General Accepted Audieted Standar)
Prinsip Etika
– Integritas > harus adil dan berterusterang dalam menjalankan praktiknya
– Objektvitas > Tidak berpihak disatu sisi
– Kompetensi professional dan kecermatan
– Kerahasiaan
– Perilaku professional

Asersi
pernyataan manajemen yang terkandung di dalam komponen laporan keuangan. Pernyataan tersebut ada yang bersifat implisit atau eksplisit. Implisit dimaksudkan bahwa pernyataannya lebih umum, sedangkan eksplisit lebih terperinci ( misalkan terdapat nominal atau tanggal) .
Asersi dapat diklasifikasikan berdasarkan penggolongan besar sebagai berikut ini:
• Keberadaan atau keterjadian (existence or occurrence).
• Kelengkapan (completeness).
• Hak dan kewajiban (right and obligation).
• Penilaian (valuation) atau alokasi.
• Penyajian dan pengungkapan (presentation and disclosure)
Penjelasan :
1. Keberadaan atau keterjadian (existence or occurrence) : Berhubungan dengan apakah aktiva atau utang dicatat pada periode tersebut.
2. Kelengkapan (completeness) : Berhubungan dengan apakah semua transaksi dan akun yang seharusnya disajikan dalam laporan keuangan
3. Hak dan kewajiban (right and obligation) :Berhubungan apakah aktiva merupakan hak entitas dan utang merupakan kewajiban perusahaan pada tanggal tertentu
4. Penilaian (valuation) atau alokasi. : berhubungan dengan apakah komponen- komponen aktiva, kewajiban, pendapatan dan biaya sudah dicantumkan dalam laporan keuangan pada jumlah yang semestinya
5. Penyajian dan pengungkapan (presentation and disclosure) : berhubungan dengan apakah komponen-komponen tertentu laporan keuangan diklasifikasikan, dijelaskan, dan diungkapkan semestinya.