Awal mula aku berhijab

Assalamualaikum wr.wb

Ini tentang pengalaman saya, awal nya saya ragu untuk berbagi cerita tentang berhijab tapi niat ini berubah saat fikiran ini tertuju pada wanita-wanita muslim yang belum memiliki kepercayaan diri untuk berhijab.

Waktu saya masih kecil, saya sudah tidak menyukai pakaian terbuka seperti celana diatas dengkul atau baju tidak berlengan. Entah apa yang dipikirkan oleh saya, yang jelas saya tidak pernah merasa nyaman kalau saya dibelikan baju seperti itu oleh orang tua saya. Saya selalu memakai celana panjang dan baju berlengan panjang pula. Bahkan waktu saya disuruh untuk kewarung saja saya berganti pakaian yang serba panjang, padahal saya baru kelas 5 Sd, tapi saya sudah mempunyai rasa malu jika memakai celana diatas lutut atau baju yang tidak berlengan.

Ayah saya tidak pernah mempersoalkan ini, tapi ibu saya sepertinya agak tidak menyukai sifat saya seperti itu. Yang beliau minta, bahwa saya harus bersikap layaknya anak kecil yang suka memakai baju-baju yang menurut beliau lucu dan pantas di pakai oleh anak perempuan yang berusia 10 tahun. Ini berlangsung sampai saya kelas 2 SMP, waktu itu saya masuk ke sekolah yang mayoritasnya memakai hijab.

Dari situ saya bertambah susah untuk disuruh memakai pakaian terbuka. Sampai saya pernah berpikir, “sebenarnya yang saya lakukan itu salah atau benar untuk selalu memakai pakaian tertutup ??” tapi lagi-lagi hati ini menjawab “Lakukan saja karena Allah menyukai itu” akhirnya  saya tetap yakin kalau apa yang saya lakukan adalah benar.

Sebenarnya apa yang ibu saya fikirkan itu wajar, beliau hanya ingin melihat anaknya untuk bebas berekspresi dengan pakaian yang lucu-lucu dan tidak terlihat berbeda dengan teman-teman saya, saya sangat memahami maksud ibu saya, tetapi untuk kesekian kali saya memberi pengertian bahwa saya senang terlihat berbeda dengan teman-teman.

Usai aku lulus SMP akhirnya ibuku menerima dan bahkan memberi apresiasi yang besar atas tekad dan usahaku memakai hijab. Tidak hanya ibuku, bapak dan kakak-kakakku juga bangga terhadap kesabaran hati ini untuk meyakinkan ibu. Yang aku rasakan sekarang sangat bahagia melihat sebegitu mantapnya aku berhijab dan akhirnya aku memperoleh sebuah kepercayaan yang besar untuk aku pertanggung jawabkan karena pilihanku ini. Sebagian orang banyak yang mengira bahwa “lebih baik kita memperbaiki diri dulu sebelum berhijab” aku hanya tersenyum mendengar celotehan teman-teman. Karena bukan salah mereka jika mereka berfikir seperti itu, memang benar berhijab bukan keputusan yang mudah kalau tidak dibarengi oleh niat dan dukungan dari orang-orang terdekat rasanya sangat berat bahkan si pemakainya juga merasa terbebani oleh stigma orang yang berhijab. Tapi aku selalu berdoa untuk teman-teman agar kalian selalu diberi kemudahan oleh Allah untuk sama-sama memantapkan hati berhijab.

Aku sangat berterimakasih pada ALLAH SWT karena berkat campur tanganNYA, aku tetap pada pendirianku, hingga saat ini aku duduk diperkuliahan dan semoga sampai akhir hayat aku memakai hijab. Walau rintangan ini makin berat aku hadapi tapi aku yakin aku bisa lewati ini semua. Harapanku agar aku tetap menjadi diriku sendiri yang berpendirian dan selalu dekat dengan ALLAH. amin

 

 

*Sekian semoga tulisan ini bisa menginspirasi dan maaf bila ada kesalahan dalam penulisan. wassalamualaikum wr wb.

#A

Iklan

2 thoughts on “Awal mula aku berhijab

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s