Penantian Panjang

Langit sore yang berhiaskan air, memecahkan pandangan akan kehadiranmu yang entah sampai kapan aku menunggu dirimu yang tak pernah nyata. Yaa,, aku hanya tersenyum mengikhlaskan waktu ku itu oleh tangan Tuhan sendiri yang akan menghadirkan mu.  Bermanja dalam setiap doa di siang dan malam hari yang yakin bahwa Tuhan pasti mendengarkan ku.. Pernah aku merasa sendiri ditengah keramaian yang ada, mengharap kamu datang tapi aku kembali meyakini kalau HANYA untuk sementara, ini BUKAN cara Tuhan yang aku mau. Apakah ini sebuah Penantian Panjang?? Mungkin saja iya jika aku hanya berfikir pendek dan selalu berfikir egois,tegas ku.. 🙂

Makalah Perekonomian Indonesia

KATA PENGANTAR

 

Dengan segala kerendahan hati kami memanjatkan segala puji & syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas berkat dan karunia-Nya, sehingga kami dapat menyelesaikan penulisan Tugas Makalah ini untuk memenuhi mata kuliah Perekonomian Indonesia.

Mungkin dalam pembuatan makalah ini masih banyak kekurangan baik dari segi penulisan,isi,dan lain sebagainya. Maka, kami sangat mengharapkan saran dan kritik guna perbaikan untuk kesempurnaan makalah ini.

Semoga makalah ini diterima dan bermanfaat bagi para pembaca khususnya dalam menambah wawasan dan pengetahuan di bidang Ilmu Ekonomi. Atas perhatian dan kerja sama nya kami mengucapkan Terima kasih.

 

 

Bekasi, Maret 2013

 

 

Penulis

 

 

 

 

 

DAFTAR ISI

 

Kata Pengantar …………………………………………………………………….   1

Daftar Isi ……………………………………………………………………………  2

 

BAB I :

Pendahuluan ………………………………………………………………………… 3

 

BAB II :

Pembahasan ………………………………………………………………………… 4

Jenis-Jenis Pengangguran …………………………………………………………..  5

Penyebab & Dampak terjadinya Pengangguran ……………………………………  7

Kebijakan Pemerintah untuk mengatasi Pengangguran ……………………………. 8

Inflasi …………………………………………………………………………………………..  10

Beberapa cara untuk menggolongkan jenis-jenis Inflasi …………………………..  11

Keterkaitan Pengangguran dengan Inflasi ………………………………………… 12

 

BAB III :

Penutup & Kesimpulan ……………………………………………………………. 13

 

Daftar Pustaka ……………………………………………………………………… 14

BAB I

PENDAHULUAN

 

 

      Latar belakang

 

Sebuah Negara tidak akan pernah bisa lepas dari berbagai macam permasalahan yang berhubungan dengan warga negaranya. Terlebih pada negara – negara yang memiliki jumlah penduduk yang tinggi seperti Indonesia. Masalah ketenagakerjaan, pengangguran, kenaikan harga (inflasi) dan kemiskinan di Indonesia sudah menjadi masalah pokok bangsa ini dan membutuhkan solusi yang tepat untuk menyelesaikan masalah tersebut agar tidak menghambat langkah Negara Indonesia untuk menjadi negara yang lebih maju.

 

      Rumusan Masalah

 

a. Penyebab hubungan antara Pengangguran dan Inflasi

b. Dampak Pengangguran dan Inflasi terhadap Masyarakat Indonesia

 

      Tujuan Makalah

Mengetahui konsep Pengangguran & Inflasi

Mengetahui hubungan antara Pengangguran & Inflasi

Mengetahui Kebijakan-kebijakan yang diambil pemerintah untuk mengendalikan Inflasi dan menurunkan Pengangguran  

 

 

 

BAB II

PEMBAHASAN

 

      Pengangguran

 

Pengangguran adalah orang yang masuk dalam angkatan kerja (15 sampai 64 tahun) yang sedang mencari pekerjaan dan belum mendapatkannya. Orang yang tidak sedang mencari kerja contohnya seperti ibu rumah tangga, siswa sekolan smp, sma, mahasiswa perguruan tinggi, dan lain sebagainya yang karena sesuatu hal tidak/belum membutuhkan pekerjaan.

 

Pengangguran atau tuna karya adalah istilah untuk orang yang tidak bekerja sama sekali, sedang mencari kerja, bekerja kurang dari dua hari selama seminggu, atau seseorang yang sedang berusaha mendapatkan pekerjaan yang layak. Pengangguran umumnya disebabkan karena jumlah angkatan kerja atau para pencari kerja tidak sebanding dengan jumlah lapangan kerja yang ada yang mampu menyerapnya. Pengangguran seringkali menjadi masalah dalam perekonomian karena dengan adanya pengangguran, produktivitas dan pendapatan masyarakat akan berkurang sehingga dapat menyebabkan timbulnya kemiskinan dan masalah-masalah sosial lainnya.

 

Tingkat pengangguran dapat dihitung dengan cara membandingkan jumlah pengangguran dengan jumlah angkatan kerja yang dinyatakan dalam persen. Ketiadaan pendapatan menyebabkan penganggur harus mengurangi pengeluaran konsumsinya yang menyebabkan menurunnya tingkat kemakmuran dan kesejahteraan. Pengangguran yang berkepanjangan juga dapat menimbulkan efek psikologis yang buruk terhadap penganggur dan keluarganya. Tingkat pengangguran yang terlalu tinggi juga dapat menyebabkan kekacauan politik keamanan dan sosial sehingga mengganggu pertumbuhan dan pembangunan ekonomi. Akibat jangka panjang adalah menurunnya GNP dan pendapatan per kapita suatu negara. Di negara-negara berkembang seperti Indonesia, dikenal istilah “pengangguran terselubung” di mana pekerjaan yang semestinya bisa dilakukan dengan tenaga kerja sedikit, dilakukan oleh lebih banyak orang.

 

 

      Jenis-Jenis Pengangguran 

 

Berdasarkan Jam Kerja

Berdasarkan jam kerja, pengangguran dikelompokkan menjadi 3 macam :

 

  • Pengangguran Terselubung (Disguised Unemployment) adalah Tenaga kerja yang tidak bekerja secara optimal karena suatu alasan tertentu.

 

  • Setengah Menganggur (Under Unemployment) adalah Tenaga kerja yang tidak bekerja secara optimal karena tidak ada lapangan pekerjaan, biasanya tenaga kerja setengah menganggur ini merupakan tenaga kerja yang bekerja kurang dari 35 jam selama seminggu.

 

  • Pengangguran Terbuka (Open Unemployment) adalah Tenaga kerja yang sungguh-sungguh tidak mempunyai pekerjaan. Pengganguran jenis ini cukup banyak karena memang belum mendapat pekerjaan padahal telah berusaha secara maksimal.

 

Berdasarkan Penyebab Terjadinya

Berdasarkan penyebab terjadinya, pengangguran dikelompokkan menjadi 7 macam :

 

  • Pengangguran Friksional (Frictional Unemployment)

Pengangguran Friksional adalah pengangguran yang sifatnya sementara yang disebabkan adanya kendala waktu, informasi dan kondisi geografis antara pelamar kerja dengan pembuka lamaran pekerja penganggur yang mencari lapangan pekerjaan tidak mampu memenuhi persyaratan yang ditentukan pembuka lapangan kerja. Semakin maju suatu perekonomian suatu daerah akan meningkatkan kebutuhan akan sumber daya manusia yang memiliki kualitas yang lebih baik dari sebelumnya.

 

  • Pengangguran Konjungtural (Cycle Unemployment)

Pengangguran Konjungtoral adalah pengangguran yang diakibatkan oleh perubahan gelombang (naik-turunnya) kehidupan perekonomian/siklus ekonomi.

 

  • Pengangguran Struktural (Structural Unemployment)

Pengangguran Struktural adalah pengangguran yang diakibatkan oleh perubahan struktur ekonomi dan corak ekonomi dalam jangka panjang. Pengangguran struktural bisa diakibatkan oleh beberapa kemungkinan, seperti :

ü  Akibat permintaan berkurang

ü  Akibat kemajuan dan penggunaan teknologi

ü  Akibat kebijakan pemerintah

 

  • Pengangguran Musiman (Seasonal Unemployment)

Pengangguran Musiman adalah keadaan menganggur karena adanya fluktuasi kegiaan ekonomi jangka pendek yang menyebabkan seseorang harus nganggur. Contohnya seperti petani yang menanti musim tanam, pedagang durian yang menanti musim durian.

 

  • Pengangguran Siklikal

Pengangguran Siklikal adalah pengangguran yang menganggur akibat imbas naik turun siklus ekonomi sehingga permintaan tenaga kerja lebih rendah daripada penawaran kerja.

 

  • Pengangguran Teknologi

Pengangguran Teknologi adalah pengangguran yang terjadi akibat perubahan atau penggantian tenaga manusia menjadi tenaga mesin-mesin.

 

  • Pengangguran Siklus

Pengangguran Siklus adalah pengangguran yang diakibatkan oleh menurunnya kegiatan perekonomian karena terjadi resesi. Pengangguran Siklus disebabkan oleh kurangnya permintaan masyarakat (aggrerate demand).

 

 

 

 

 

      Penyebab terjadinya Pengangguran

 

Pengangguran umumnya disebabkan karena jumlah angkatan kerja tidak sebanding dengan jumlah lapangan pekerjaan yang mampu menyerapnya. Pengangguran seringkali menjadi masalah dalam perekonomian karena dengan adanya pengangguran, produktivitas dan pendapatan masyarakat akan berkurang sehingga dapat menyebabkan timbulnya kemiskinan dan masalah-masalah sosial lainnya.

 

Tingkat pengangguran dapat dihitung dengan cara membandingkan jumlah pengangguran dengan jumlah angkatan kerja yang dinyatakan dalam persen.

 

Ketiadaan pendapatan menyebabkan penganggur harus mengurangi pengeluaran konsumsinya yang menyebabkan menurunnya tingkat kemakmuran dan kesejahteraan. Pengangguran yang berkepanjangan juga dapat menimbulkan efek psikologis yang buruk terhadap penganggur dan keluarganya.

 

Tingkat pengangguran yang terlalu tinggi juga dapat menyebabkan kekacauan politik, keamanan dan sosial sehingga mengganggu pertumbuhan dan pembangunan ekonomi. Akibat jangka panjang adalah menurunnya GNP dan pendapatan per kapita suatu negara.

Di negara-negara berkembang seperti Indonesia, dikenal istilah “pengangguran terselubung” di mana pekerjaan yang semestinya bisa dilakukan dengan tenaga kerja sedikit, dilakukan oleh lebih banyak orang.

 

      Dampak terjadinya Pengangguran

 

Bagi Perekonomian Negara

ü  Penurunan pendapatan perkapita.

ü  Penurunan pendapatan pemerintah yang berasal dari sektor pajak.

ü  Meningkatnya biaya sosial yang harus dikeluarkan oleh pemerintah.

 

 

Bagi Masyarakat

ü  Pengangguran merupakan beban psikologis dan psikis.

ü  Pengangguran dapat menghilangkan keterampilan, karena tidak digunakan apabila tidak       bekerja.

ü  Pengangguran akan menimbulkan ketidakstabilan sosial dan politik.

 

      Kebijakan-kebijakan Pemerintah untuk mengatasi Pengangguran

 

Adanya bermacam-macam pengangguran membutuhkan berbagai cara untuk mengatasinya yang disesuaikan dengan jenis pengangguran yang terjadi, yaitu sebagai berikut :

 

  • Cara Mengatasi Pengangguran Struktural

Untuk mengatasi pengangguran jenis ini, cara yang digunakan adalah :

ü  Peningkatan mobilitas modal dan tenaga kerja.

ü  Segera memindahkan kelebihan tenaga kerja dari tempat dan sector yang kelebihan ke tempat dan sektor ekonomi yang kekurangan.

ü  Mengadakan pelatihan tenaga kerja untuk mengisi formasi kesempatan (lowongan) kerja yang kosong, dan

ü  Segera mendirikan industri padat karya di wilayah yang mengalami pengangguran.

 

  • Cara Mengatasi Pengangguran Friksional

Untuk mengatasi pengangguran secara Friksional antara lain dapat digunakan cara-cara sebagai berikut :

ü  Perluasan kesempatan kerja dengan cara mendirikan industri-industri baru, terutama yang bersifat padat karya.

ü  Menggalakkan pengembangan sektor informal, seperti home industry.

ü  Menggalakkan program transmigrasi untuk menyerap tenaga kerja di sektor agraris dan sektor formal lainnya.

ü  Pembukaan proyek-proyek umum oleh pemerintah, seperti pembangunan jembatan, jalan raya, PLTU, PLTA, dan lain-lain sehingga bisa menyerap tenaga kerja secara langsung maupun untuk merangsang investasi baru dari kalangan swasta.

  • Cara Mengatasi Pengangguran Musiman

Jenis pengangguran ini bisa diatasi dengan cara sebagai berikut :

ü  Pemberian informasi yang cepat jika ada lowongan kerja di sektor lain, dan

ü  Melakukan pelatihan di bidang keterampilan lain untuk memanfaatkan waktu ketika menunggu musim tertentu.

 

 

  • Cara Mengatasi Pengangguran Siklus

Untuk mengatasi pengangguran jenis ini antara lain dapat digunakan cara-cara sebagai berikut :

ü  Mengarahkan permintaan masyarakat terhadap barang dan jasa, dan

ü  Meningkatkan daya beli masyarakat.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

      INFLASI

 

Berbagai definisi tentang inflasi telah dikemukakan oleh para ahli. Nanga (2001: 237) menyatakan bahwa Inflasi adalah suatu gejala di mana tingkat harga umum mengalami kenaikan secara terus-menerus. Kenaikan tingkat harga umum yang terjadi sekali waktu saja tidaklah dapat dikatakan sebagai inflasi. Menurut Rahardja (1997: 32) Inflasi adalah kecenderungan dari harga-harga untuk meningkat secara umum dan terus-menerus. Kenaikan harga dari satu atau dua barang saja tidak disebut inflasi, tetapi jika kenaikan meluas kepada sebagian besar harga barang-barang maka hal ini disebut inflasi.

 

Sementara itu Eachern (2000: 133) menyatakan bahwa Inflasi adalah kenaikan terus-menerus dalam rata-rata tingkat harga. Jika tingkat harga berfluktuasi, bulan ini naik dan bulan depan turun, setiap adanya kenaikan kerja tidak berarti sebagai inflasi. Sedangkan Sukirno (2004: 27) memberikan definisi bahwa Inflasi adalah suatu proses kenaikan harga-harga yang berlaku dalam suatu perekonomian. Selanjutnya BPS (2000: 10) mendefinisikan Inflasi sebagai salah satu indikator untuk melihat stabilitas ekonomi suatu wilayah atau daerah yang menunjukkan perkembangan harga barang dan jasa secara umum yang dihitung dari indeks harga konsumen. Dengan demikian angka inflasi sangat mempengaruhi daya beli masyarakat yang berpenghasilan tetap, dan di sisi lain juga mempengaruhi besarnya produksi barang.

 

Berdasarkan berbagai definisi yang telah dikemukakan di atas maka dapat diambil kesimpulan bahwa secara umum Inflasi adalah suatu gejala naiknya harga secara terus-menerus (berkelanjutan) terhadap sejumlah barang. Kenaikan yang sifatnya sementara tidak dikatakan inflasi dan kenaikan harga terhadap satu jenis komoditi juga tidak dikatakan inflasi.

 

 

 

 

 

 

      Beberapa cara untuk menggolongkan Jenis-jenis Inflasi

 

Penggolongan pertama didasarkan pada parah atau tidaknya inflasi tersebut. Membedakan beberapa macam inflasi yaitu :

 

  • Inflasi Merayap (inflasi yang terjadi sekitar 2-3 persen per tahun)
  • Inflasi Sederhana (inflasi yang terjadi sekitar 5-8 persen per tahun)
  • Hiperinflasi (inflasi yang tingkatnya sangat tinggi yang menyebabkan tingkat harga menjadi dua kali lipat atau lebih dalam tempo satu tahun.

 

Dilihat dari tingkat keparahannya, Inflasi dapat dipilah dalam tiga kategori :

 

  • Inflasi Sedang (Moderate Inflation)

Yaitu inflasi yang ditandai dengan harga-harga yang meningkat secara lambat, dan tidak terlalu menimbulkan distorsi pada pendapatan dan harga relatif.

  • Inflasi Ganas (Galloping Inflation)

Yaitu inflasi yang mencapai antara dua atau tiga digit seperti 20, 100 atau 200 persen per tahun dan dapat menimbulkan gangguan-gangguan serius dalam perekonomian.

  • Hyperinflasi (Hyperinflation)

Yaitu tingkat inflasi yang sangat parah, bisa mencapai ribuan bahkan milyar persen per tahun, merupakan jenis yang mematikan.

 

 

      Jenis-jenis Inflasi dilihat dari faktor-faktor penyebab timbulnya Inflasi tersebut 

 

  • Inflasi tarikan permintaan

Inflasi yang terjadi sebagai akibat dari adanya kenaikan permintaan agregat (AD) yang terlalu besar atau pesat dibandingkan dengan penawaran atau produksi agregat.

  • Inflasi dorongan biaya

Inflasi yang terjadi sebagai akibat adanya kenaikan biaya produksi yang pesat dibandingkan dengan produktivitas dan efisiensi perusahaan.

  • Inflasi Struktural

Inflasi yang terjadi akibat dari berbagai kendala atau kekakuan struktural yang menyebabkan penawaran menjadi tidak responsif terhadap permintaan yang meningkat.

 

      Keterkaitan Pengangguran dengan Inflasi

 

Dalam indikator ekonomi makro ada tiga hal terutama yang menjadi pokok permasalahan ekonomi makro. Pertama adalah masalah pertumbuhan ekonomi. Pertumbuhan ekonomi dapat dikategorikan baik jika angka pertumbuhan positif dan bukannya negatif. Kedua adalah masalah inflasi. Inflasi adalah indikator pergerakan harga-harga barang dan jasa secara umum, yang secara bersamaan juga berkaitan dengan kemampuan daya beli. Inflasi mencerminkan stabilitas harga, semakin rendah nilai suatu inflasi berarti semakin besar adanya kecenderungan ke arah stabilitas harga. Namun masalah inflasi tidak hanya berkaitan dengan melonjaknya harga suatu barang dan jasa. Inflasi juga sangat berkaitan dengan purchasing power atau daya beli dari masyarakat. Sedangkan daya beli masyarakat sangat bergantung kepada upah riil. Inflasi sebenarnya tidak terlalu bermasalah jika kenaikan harga dibarengi dengan kenaikan upah riil.

 

Masalah ketiga adalah pengangguran. Memang masalah pengangguran telah menjadi momok yang begitu menakutkan khususnya di negara-negara berkembang seperti di Indonesia. Negara berkembang seringkali dihadapkan dengan besarnya angka pengangguran karena sempitnya lapangan pekerjaan dan besarnya jumlah penduduk. Sempitnya lapangan pekerjaan dikarenakan karena faktor kelangkaan modal untuk berinvestasi. Masalah pengangguran itu sendiri tidak hanya terjadi di negara-negara berkembang namun juga dialami oleh negara-negara maju. Namun masalah pengangguran di negara-negara maju jauh lebih mudah terselesaikan daripada di negara-negara berkembang karena hanya berkaitan dengan pasang surutnya business cycle dan bukannya karena faktor kelangkaan investasi, masalah ledakan penduduk, ataupun masalah sosial politik di negara tersebut.

 

 

BAB III

PENUTUP

 

 

      Kesimpulan

 

Berdasarkan dari pembahasan sebelumnya dapat ditarik Kesimpulan, bahwa Inflasi menunjukan tingkat kenaikan harga, sedangkan Pengangguran adalah kesempatan yang timpang yang terjadi antara angkatan kerja dan kesempatan kerja sehingga sebagian angkatan kerja tidak dapat melakukan kegiatan kerja.

 

Inflasi mempunyai keterkaitan terhadap Pengangguran. Tingkat Pengangguran yang rendah akan menimbulkan masalah Inflasi, sebaliknya bila tingkat Pengangguran tinggi tingkat harga-harga relatif stabil.

 

Selain itu, melemahnya daya beli masyarakat akibat kenaikan harga barang (Inflasi), berakibat pada lemahnya investasi pula, dan akhirnya berdampak pada menambahnya Pengangguran karena tidak adanya kesempatan kerja.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

http://ryansyukra.blogspot.com/2012/05/hubungan-antara-inflasi-dan.html

http://lanimaidiacute.blogspot.com/2012/05/hubungan-inflasi-dan-pengangguran.html

http://dwi-oki.blogspot.com/2012/04/hubungan-antara-pengangguran-dengan.html

http://file.upi.edu/Direktori/FPEB/PRODI._EKONOMI_DAN_KOPERASI/196302211987032-NETI_BUDIWATI/INFLASI_KAITANNYA_DENGAN_PENGANGGURAN_DAN_KESEMPATAN_KERJA.pdf

http://shandrakatherine.wordpress.com/tag/makalah-inflasi/

 

 

Aku dan sebuah mimpi

Assalamualaikum wr wb. Ini tentang aku dan sebuah mimpi

Bermimpi dalam kehidupan itu perlu! Kalau tidak bermimpi bukan kehidupan namanya. Aku memiliki mimpi, tapi entah bisa tercapai semua atau tidak. Sejak aku kecil aku  senang bermain sebagai seorang bidan, sekretaris, penulis dan dokter. Padahal dibenakku aku tidak tahu apa pekerjaan mereka yang sebenarnya. Yaa layaknya anak kecil pada umumnya suka berimajinasi.  Tapi aku tak tahu mengapa dari aku SD, SMP dan SMA aku selalu menyebutkan bahwa mimpiku ingin menjadi seorang bidan. Sampai pada saat kelas 3 SMA aku pernah dapat tugas untuk menulis tentang sebuah cita-cita dan itu harus ditulis dalam halaman pertama buku tulis yang hampir setiap hari buku itu selalu dibaca oleh guru dan teman-teman . Aku tak pikir panjang lagi, aku menuliskan apa yang aku inginkan ketika dewasa nanti. Semuanya aku jelaskan dibuku itu, tak ada malu atau bahkan ragu. Tapi mimpi itu seakan-akan hilang karena takdir karena apa yang aku mimpikan tidak menjadi nyata. Aku menangis, aku marah, aku kecewa. Aku tak mengerti apa ini adalah takdirku? Apa yang harus aku lakukan? Begitulah kiranya saat aku tahu bahwa aku tak diterima disebuah akademi kesehatan negeri.

Tapi dari sini aku belajar untuk menghargai sebuah proses karena bukan sebuah proses bila tidak mengalami kegagalan. Belajar untuk menahan air mata ini jatuh, belajar untuk tidak menjadi egois. Banyak dari mereka yang bertanya “ Apa sebenarnya yang membuat aku bisa bertahan?” dan “ apa yang membuat aku kuat?” Jawabanku hanya sederhana yaitu PERCAYA pada kekuatan diri bukan pada orang lain. Memang hanya sederhana tapi bagiku itu memiliki kontribusi yang besar pada kehidupanku.

*sekian

 

Pilihanku Tidak Salah

Bertanggung jawab atas apa yang telah kita pilih terasa lebih berat ketika kita selalu menutup mata, hati dan pikiran. Semua berubah drastis! Aku harus menjalani kuliah dengan cara pandang yang berbeda. Aku harus putar arah secepatnya agar aku tidak kehilangan arah yang lebih jauh lagi. Belajar dengan materi yang tidak mengerti, itu yang aku lakukan sekarang, antara menyesal atau tidak… aku tidak tahu?

 

Mengapa aku tidak memilih apa yang aku suka? Dan aku tidak harus bekerja lebih keras. Aku tidak mengerti ni semua.Tapi satu yang aku percaya bahwa Allah selalu membantuku, aku memutuskan untuk kuliah walaupun aku tidak tahu seberat apa beban yang harus aku tanggung dan seberapa sulit tantangan yang akan aku hadapi esok. Yang jelas aku hanya tahu bahwa aku akan lulus tepat waktu dengan nilai yang terbaik dan bisa dibanggakan oleh orang tua.

 

Sekarang aku hanya menjalani apa yang harus aku jalani di depan mata, mengalir tapi penuh makna, selalu berdoa dan berusaha karena aku PASTI BISA SUKSES. Karena sukses bukan hanya untuk orang-orang yang menjalani hidupnya dengan sesuka hati, tapi dia yang menjalani hidupnya penuh dengan tantangan dan dia berhasil menaklukannya. Dan akhirnya aku yakin bahwa pilihanku ini TIDAK SALAH.

 

*God always beside you, anytime and everywhere

Awal mula aku berhijab

Assalamualaikum wr.wb

Ini tentang pengalaman saya, awal nya saya ragu untuk berbagi cerita tentang berhijab tapi niat ini berubah saat fikiran ini tertuju pada wanita-wanita muslim yang belum memiliki kepercayaan diri untuk berhijab.

Waktu saya masih kecil, saya sudah tidak menyukai pakaian terbuka seperti celana diatas dengkul atau baju tidak berlengan. Entah apa yang dipikirkan oleh saya, yang jelas saya tidak pernah merasa nyaman kalau saya dibelikan baju seperti itu oleh orang tua saya. Saya selalu memakai celana panjang dan baju berlengan panjang pula. Bahkan waktu saya disuruh untuk kewarung saja saya berganti pakaian yang serba panjang, padahal saya baru kelas 5 Sd, tapi saya sudah mempunyai rasa malu jika memakai celana diatas lutut atau baju yang tidak berlengan.

Ayah saya tidak pernah mempersoalkan ini, tapi ibu saya sepertinya agak tidak menyukai sifat saya seperti itu. Yang beliau minta, bahwa saya harus bersikap layaknya anak kecil yang suka memakai baju-baju yang menurut beliau lucu dan pantas di pakai oleh anak perempuan yang berusia 10 tahun. Ini berlangsung sampai saya kelas 2 SMP, waktu itu saya masuk ke sekolah yang mayoritasnya memakai hijab.

Dari situ saya bertambah susah untuk disuruh memakai pakaian terbuka. Sampai saya pernah berpikir, “sebenarnya yang saya lakukan itu salah atau benar untuk selalu memakai pakaian tertutup ??” tapi lagi-lagi hati ini menjawab “Lakukan saja karena Allah menyukai itu” akhirnya  saya tetap yakin kalau apa yang saya lakukan adalah benar.

Sebenarnya apa yang ibu saya fikirkan itu wajar, beliau hanya ingin melihat anaknya untuk bebas berekspresi dengan pakaian yang lucu-lucu dan tidak terlihat berbeda dengan teman-teman saya, saya sangat memahami maksud ibu saya, tetapi untuk kesekian kali saya memberi pengertian bahwa saya senang terlihat berbeda dengan teman-teman.

Usai aku lulus SMP akhirnya ibuku menerima dan bahkan memberi apresiasi yang besar atas tekad dan usahaku memakai hijab. Tidak hanya ibuku, bapak dan kakak-kakakku juga bangga terhadap kesabaran hati ini untuk meyakinkan ibu. Yang aku rasakan sekarang sangat bahagia melihat sebegitu mantapnya aku berhijab dan akhirnya aku memperoleh sebuah kepercayaan yang besar untuk aku pertanggung jawabkan karena pilihanku ini. Sebagian orang banyak yang mengira bahwa “lebih baik kita memperbaiki diri dulu sebelum berhijab” aku hanya tersenyum mendengar celotehan teman-teman. Karena bukan salah mereka jika mereka berfikir seperti itu, memang benar berhijab bukan keputusan yang mudah kalau tidak dibarengi oleh niat dan dukungan dari orang-orang terdekat rasanya sangat berat bahkan si pemakainya juga merasa terbebani oleh stigma orang yang berhijab. Tapi aku selalu berdoa untuk teman-teman agar kalian selalu diberi kemudahan oleh Allah untuk sama-sama memantapkan hati berhijab.

Aku sangat berterimakasih pada ALLAH SWT karena berkat campur tanganNYA, aku tetap pada pendirianku, hingga saat ini aku duduk diperkuliahan dan semoga sampai akhir hayat aku memakai hijab. Walau rintangan ini makin berat aku hadapi tapi aku yakin aku bisa lewati ini semua. Harapanku agar aku tetap menjadi diriku sendiri yang berpendirian dan selalu dekat dengan ALLAH. amin

 

 

*Sekian semoga tulisan ini bisa menginspirasi dan maaf bila ada kesalahan dalam penulisan. wassalamualaikum wr wb.

#A