Menuju Rdho Illahi (puisi waktu kelas 1 SMP)

Angin Berdesir dengan sepoi
Senja di ufuk barat akan berganti
Alunan suara azan mendayu
Hari pun berganti dan berlalu

Kini aku sudah besar
Ku kan kejar cita ku dengan tegar kuraih citaku dengan tinggi
Agar aku menjadi manusia berbudi

Semoga ALLAH meridhoi ku
Hingga aku menjadi wanita
Yang akan menjadikanku
Penerus agama ku

manajemen dan organisasi

MANAJEMEN DAN ORGANISASI(pengantar bisnis)
MANAJEMEN DAN ORGANISASI

1. MANAJEMEN

a) Pengertian dan peranan manajemen
• Pengertian manajemen:
Menurut Profesor Oei Liang Lee, manajemen adalah ilmu dan seni merencanakan, mengorganisasi, mengarahkan, mengkoordinasikan serta mengawasi tenaga manusia dengan bantuan alat-alat untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

b) Latar belakang sejarah manajemen
Gerakan manajemen ilmiah
Sebelum 1880, penegelolaan perusahaan pada umumnya dipandang sutu cara yang biasa, apa adanya, jika tidak dianggap suatu seni. Tetapi sekitar 1885, Frederick W, Taylor (1856-1915) merupakan salah seorang yang pertama kali mempelajari metode kerja.
Beberapa seb\elum Taylor , Henry Fayol (1841-1945) telah menjadi manajer pada sebuah pertambangan batu bara di Perancis. Ia juga mempelajari manajemen, mencari teknik-teknik yang dapat meningkatkan batu bara. Fayol telah memutuskan bahwa manajemen itu melibatkan perencanaan, pengorganisasian, pemberian perintah, pengkoordinasian, dan pengendalian.
Taylor dikenal sebagai bapak dari gerakan manajemen ilmiah sejak bukunya yang berjudul The Principles of Scientific Management tahun 1911. Dalam bukunya Taylor mengemukakan beberapa prinsip manajemen ilkmiahuntuk melakukann pekerjaan dengan efisien yaitu:

Prinsip 1 : semua pekerjaan dapat diobservasi dan dianalisis guna menentukan satu cara terbaik untuk melakukannya.

Prinsip 2 : orang yang tepat untuk memangku jabatan dapat dipilih dan dilatih secara ilmiah.

Prinsip 3 : kita dapat menjamin bahwa cara terbaik tersebut diikuti dengan menggaji pemegang jabatan dengan dasar insentif, yaitu menyamakan gaji dengan hasil kerjanya .

Prinsip 4 : menempatkan manajer dalam perencanaan, persiapan dan pemeriksaan pekerjaan.
Sebelum Taylor menjadi teknisi pimpinan di Midvale Steel Company, ia merintis kariernya dari sebagai buruh biasa. Ia telah mengadakan beberapa eksperimen untuk menentukan standard kerja.
Penelitian dan buku dari Taylor itu telah membuktikan bahwa manajemen dapat dipelajari secara ilmiah oleh siapapun. Ternyata minat masyarakat untuk mempelajari manajemen semakin besar.
c) Fungsi dan proses manajemen:
a) Perencanaan
b) Pengorganisasian
c) Pengarahan
d) Pengkoordinasian
e) Pengawasan

d) Ciri-ciri manajer profesional
1. Kebutuhan aktualisasi diri yang kuat serta menghargai prestasi tinggi dan keuunggulan
2. Integritas moral yang tinggi
3. Senang belajar dan mencoba konsep baru
4. Bersedia menerima dan menjadi agen perubahan
5. Senang bekerja dalam tim
6. Bersikap “merakyat”
7. Fleksibel dalam pergaulan lintas budaya

e) Keterampilan manajemen yang dibutuhkan
Robert L. Katz pada tahun 1970-an mengemukakan bahwa setiap manajer membutuhkan minimal tiga keterampilan dasar. Ketiga keterampilan tersebut adalah:
1. Keterampilan konseptual (conceptional skill)
Manajer tingkat atas (top manager) harus memiliki keterampilan untuk membuat konsep, ide, dan gagasan demi kemajuan organisasi. Gagasan atau ide serta konsep tersebut kemudian haruslah dijabarkan menjadi suatu rencana kegiatan untuk mewujudkan gagasan atau konsepnya itu. Proses penjabaran ide menjadi suatu rencana kerja yang kongkret itu biasanya disebut sebagai proses perencanaan atau planning. Oleh karena itu, keterampilan konsepsional juga meruipakan keterampilan untuk membuat rencana kerja.
2. Keterampilan berhubungan dengan orang lain (humanity skill)
Selain kemampuan konsepsional, manajer juga perlu dilengkapi dengan keterampilan berkomunikasi atau keterampilan berhubungan dengan orang lain, yang disebut juga keterampilan kemanusiaan. Komunikasi yang persuasif harus selalu diciptakan oleh manajer terhadap bawahan yang dipimpinnya. Dengan komunikasi yang persuasif, bersahabat, dan kebapakan akan membuat karyawan merasa dihargai dan kemudian mereka akan bersikap terbuka kepada atasan. Keterampilan berkomunikasi diperlukan, baik pada tingkatan manajemen atas, menengah, maupun bawah.
3. Keterampilan teknis (technical skill)
Keterampilan ini pada umumnya merupakan bekal bagi manajer pada tingkat yang lebih rendah. Keterampilan teknis ini merupakan kemampuan untuk menjalankan suatu pekerjaan tertentu, misalnya menggunakan program komputer, memperbaiki mesin, membuat kursi, akuntansi dan lain-lain.
Selain tiga keterampilan dasar di atas, Ricky W. Griffin menambahkan dua keterampilan dasar yang perlu dimiliki manajer, yaitu:
1. Keterampilan manajemen waktu
Merupakan keterampilan yang merujuk pada kemampuan seorang manajer untuk menggunakan waktu yang dimilikinya secara bijaksana. Griffin mengajukan contoh kasus Lew Frankfort dari Coach. Pada tahun 2004, sebagai manajer,
2. Keterampilan membuat keputusan
Merupakan kemampuan untuk mendefinisikan masalah dan menentukan cara terbaik dalam memecahkannya. Kemampuan membuat keputusan adalah yang paling utama bagi seorang manajer, terutama bagi kelompok manajer atas (top manager). Griffin mengajukan tiga langkah dalam pembuatan keputusan. Pertama, seorang manajer harus mendefinisikan masalah dan mencari berbagai alternatif yang dapat diambil untuk menyelesaikannya. Kedua, manajer harus mengevaluasi setiap alternatif yang ada dan memilih sebuah alternatif yang dianggap paling baik. Dan terakhir, manajer harus mengimplementasikan alternatif yang telah ia pilih serta mengawasi dan mengevaluasinya agar tetap berada di jalur yang benar.

2. Organisasi

a) Definisi organisasi

Menurut Boone dan Kurtz, organisasi didefinisikabn sebagai berikut:
Organisasi adalah suatu proses tersusun yang orang-orangnya berinteraksi untuk mencapai tujuan.

b) Pentingnya mengenal organisasi

Kita wajib mengenal organisasi karena dalam kehidupan nyata kita tidak pernah lepas dari organisasi, contoh sederhana adalah OSIS, Organisasi Siswa Intra Sekolah. Dengan berorganisasi pekerjaan yang memiliki tujuan sama akan lebih mudah dan lebih cepat mencapai tujuannya.
c) Bentuk-bentuk organisasi

1) Organisasi garis (line organization)
2) Organisasi garis dan staf (line and staf organization)
3) Organisasi fungsional (functional organization)
4) Komite (committe)
5) Organisasi matrik

d) Prinsip-prinsip organisasi

1) Organisasi Harus Mempunyai Tujuan yang Jelas.
Organisasi dibentuk atas dasar adanya tujuan yang ingin dicapai, dengan demikian tidak mungkin suatu organisasi tanpa adanya tujuan. Misalnya, organisasi pelayanan kesehatan seperti rumah sakit dan puskesmas sebagai suatu organisasi, mempunyai tujuan yang ingin dicapai antara lain, memberikan pelayanan kesehatan yang berkualitas dan lain lain.

2) Prinsip Skala Hirarkhi.
Dalam suatu organisasi harus ada garis kewenangan yang jelas dari pimpinan, pembantu pimpinan sampai pelaksana, sehingga dapat mempertegas dalam pendelegasian wewenang dan pertanggungjawaban, dan akan menunjang efektivitas jalannya organisasi secara keseluruhan.

3) Prinsip Kesatuan Perintah.
Dalam hal ini, seseorang hanya menerima perintah atau bertanggung jawab kepada seorang atasan saja.

4) Prinsip Pendelegasian Wewenang.
Seorang pemimpin mempunyai kemampuan terbatas dalam menjalankan pekerjaannya, sehingga perlu dilakukan pendelegasian wewenang kepada bawahannya. Pejabat yang diberi wewenang harus dapat menjamin tercapainya hasil yang diharapkan. Dalam pendelegasian, wewenang yang dilimpahkan meliputi kewenangan dalam pengambilan keputusan, melakukan hubungan dengan orang lain, dan mengadakan tindakan tanpa minta persetujuan lebih dahulu kepada atasannya lagi.

5) Prinsip Pertanggungjawaban.
Dalam menjalankan tugasnya setiap pegawai harus bertanggung jawab sepenuhnya kepada atasan.

6) Prinsip Pembagian Pekerjaan.
Suatu organisasi, untuk mencapai tujuannya, melakukan berbagai aktivitas atau kegiatan. Agar kegiatan tersebut dapat berjalan optimal maka dilakukan pembagian tugas/pekerjaan yang didasarkan kepada kemampuan dan keahlian dari masing-masing pegawai. Adanya kejelasan dalam pembagian tugas, akan memperjelas dalam pendelegasian wewenang, pertanggungjawaban, serta menunjang efektivitas jalannya organisasi.

7) Prinsip Rentang Pengendalian.
Artinya bahwa jumlah bawahan atau staf yang harus dikendalikan oleh seorang atasan perlu dibatasi secara rasional. Rentang kendali ini sesuai dengan bentuk dan tipe organisasi, semakin besar suatu organisasi dengan jumlah pegawai yang cukup banyak, semakin kompleks rentang pengendaliannya.

8) Prinsip Fungsional.
Bahwa seorang pegawai dalam suatu organisasi secara fungsional harus jelas tugas dan wewenangnya, kegiatannya, hubungan kerja, serta tanggung jawab dari pekerjaannya.

9) Prinsip Pemisahan.
Bahwa beban tugas pekerjaan seseorang tidak dapat dibebankan tanggung jawabnya kepada orang lain.

10) Prinsip Keseimbangan.
Keseimbangan antara struktur organisasi yang efektif dengan tujuan organisasi. Dalam hal ini, penyusunan struktur organisasi harus sesuai dengan tujuan dari organisasi tersebut. Tujuan organisasi tersebut akan diwujudkan melalui aktivitas/ kegiatan yang akan dilakukan. Organisasi yang aktivitasnya sederhana (tidak kompleks) contoh ‘koperasi di suatu desa terpencil’, struktur organisasinya akan berbeda dengan organisasi koperasi yang ada di kota besar seperti di Jakarta, Bandung, atau Surabaya.

11) Prinsip Fleksibilitas
Organisasi harus senantiasa melakukan pertumbuhan dan perkembangan sesuai dengan dinamika organisasi sendiri (internal factor) dan juga karena adanya pengaruh di luar organisasi (external factor), sehingga organisasi mampu menjalankan fungsi dalam mencapai tujuannya.

12) Prinsip Kepemimpinan.
Dalam organisasi apapun bentuknya diperlukan adanya kepemimpinan, atau dengan kata lain organisasi mampu menjalankan aktivitasnya karena adanya proses kepemimpinan yang digerakan oleh pemimpin organisasi tersebut.

e) Sebab keberhasilan dan kegagalan organisasi

Salah satu faktor penentu keberhasilan/kegagalan organisasi adalah faktor Sumber Daya Manusia (SDM). Keunggulan mutu bersaing suatu organisasi sangat ditentukan oleh mutu SDM-nya. Penanganan SDM harus dilakukan secara menyeluruh dalam kerangka sistem pengelolaan SDM yang bersifat strategis, integrated, interrelated dan unity. Organisasi sangat membutuhkan SDM yang kompeten, memiliki kompetensi tertentu yang dibutuhkan untuk menunjang keberhasilan pelaksanaan pekerjaannya.

Sumber Pustaka:
1. Pengantar bisnis modern (pengantar ekonomi perusahaan modern), Edisi ketiga
Oleh: – DR. Basu Swastha DH., SE.,MBA
-Ibnu Sukotjo w, se.
Penerbit LYBERTY, YOGYAKARTA
2. http://id.wikipedia.org/wiki/Manajemen
3. http://alhidayahku.wordpress.com/2008/10/17/ciri-ciri-manajemen-sumer-daya-manusia-profesional/
4. http://www.kebijakankesehatan.co.cc/2008/09/prinsip-prinsip-organisasi.html
5. http://www.ptpn3.co.id/ptb.pdf

Kesimpulan :
Pengertian dan peranan manajemen
• Pengertian manajemen:
              Menurut Profesor Oei Liang Lee, manajemen adalah ilmu dan seni merencanakan,    mengorganisasi, mengarahkan, mengkoordinasikan serta mengawasi tenaga manusia dengan bantuan alat-alat untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
Kita wajib mengenal organisasi karena dalam kehidupan nyata kita tidak pernah lepas dari organisasi, contoh sederhana adalah OSIS, Organisasi Siswa Intra Sekolah. Dengan berorganisasi pekerjaan yang memiliki tujuan sama akan lebih mudah dan lebih cepat mencapai tujuannya.

apa itu bisnis online?

Apa itu bisnis online? Bagaimana itu bisnis online? Mengapa? Apa yang harus dilakukan? Nanti dapat apa? Apakah saya bisa menjalaninya? Dan puluhan pertanyaan sejenis terlontar saat seseorang baru pertama kalinya mendengar bisnis online alias bisnis internet alias bisnis di dunia maya.
Sama saja dengan bisnis yang dilakukan di dunia nyata, bisnis yang dilakukan di dunia internet juga memiliki logika dan fakta nyaris sama. Ada yang cepat mati, ada yang bertahan lama, banyak yang sukses dan berlipat-lipat pula yang gagal, ada yang hanya perlu modal kecil dan ada pula yang perlu modal nggak ketulungan, ada yang jual jasa ada yang jual produk nyata, dan seterusnya.
Mengamati itu maka sebelum seseorang terjun dalam dunia bisnis online, sangat perlu memahami beberapa prinsip dasarnya. Untuk apa? Untuk memastikan bahwa kita betul-betul ready alias siap menjalani bisnis online dengan segala konsekuensi dan resikonya. Orang bilang, mindset bisnis online terlebih dahulu harus jelas dan terpatri dalam setiap langkah nantinya.
Tidak jarang ada orang yang sudah lama bergelut dalam bisnis online dengan berbagai kegagalan dan keberhasilan yang dialaminya, justru baru memahami jalan pikir bisnis online itu sesungguhnya. Karena itulah ada baiknya sejak awal justru kita perlu memahaminya. Tujuan utamanya, mindset itu akan bisa mengarahkan dan mengendalikan langkah-langkah berikutnya, dan yang terpenting adalah terus-menerus memotivasi apabila terdapat aral melintang dalam perjalanan nantinya.
# Bisnis Online, ya Bisnis itu Sendiri
 Ya mari kita pakai pengertian gampang-gampangan saja soal bisnis. Ya bisnis itu ya jualan itu. Jualan produk dan jasa. Pengertian produk dan jasa itu juga sangat luas. Kalau Anda bertanya Facebook.com itu berjualan apa kok bisa sukses? Ya dia jualan jasa. Jasa untuk mengumpulkan kita-kita ini dalam satu wadah sehingga kita tidak kerepotan berkomunikasi dengan rekan-rekan kita. Begitu juga Yahoo dan Google. Mereka menjual informasi dengan berbagai strategi. Kita “membelinya”, memanfaatkan “jasanya”.
Pengertian seperti perlu ditegaskan sebab kadang orang salah kaprah yang dikira bisnis itu tidak perlu “berjualan”, alias bersantai-santai dan berharap penghasilan datang dengan sendirinya. Kalimat ” bersantai-santai dan berharap penghasilan datang dengan sendirinya” itu adalah dampak dari sebuah tindakan bisnis, bukan merupakan tindakan tersendiri yang terpisah.
Kesimpulan:
Oleh sebab itu bijaksanalah membaca iklan “Ayo Ikut Bisnis, Tidak Perlu Jualan, Tidak Perlu Ini dan Itu”. Kita sedang dihipnotis untuk larut dalam kalimat itu bahwa bisnis tersebut mudah dilakukan sebab tanpa melakukan “jualan”, padahal iklan itu sendiri adalah suatu tindakan “berjualan”. Masak sih … kita diajak menyalakan api tanpa api …  he he ini sih jeruk makan jeruk. Sekecil apapun tindakan yang dilakukan dalam berbisnis, ya unsur “menjual” itu pasti ada. Mungkin saja ada yang susah dalam menjual, ada pula yang mudah. Macam-macam ‘kan.

Sumber :
http://www.plazaiklan.com/internet-marketing/pengantar-bisnis-online-meluruskan-mindset-berbisnis.html